JAKARTA – Dinamika ekonomi global yang terus berubah menuntut perusahaan di Indonesia untuk semakin lincah (agile) dalam mengelola sumber daya. Memasuki tahun anggaran 2026, tren efisiensi cerdas atau Smart Efficiency diprediksi akan semakin diadopsi oleh banyak korporasi. Fokusnya adalah mengubah biaya tetap (fixed cost) menjadi biaya variabel yang fleksibel sesuai kebutuhan.
Salah satu implementasi nyata dari strategi ini adalah peningkatan penggunaan jasa alih daya (outsourcing) untuk menangani fungsi pendukung non-inti (Non-Core Business), seperti pengelolaan armada transportasi, layanan umum (general services), hingga manajemen fasilitas.
Pengamat industri melihat bahwa perusahaan kini cenderung menghindari kerumitan mengelola banyak vendor. Kebutuhan akan mitra kerja yang mampu memberikan solusi "Satu Pintu" (One Stop Solution) semakin tinggi.
Di sinilah peran PT. Pesona Adi Batara menjadi strategis. Dengan ekosistem bisnis yang mencakup transportasi, kesehatan, dan jasa, perusahaan dapat melayani berbagai kebutuhan klien dalam satu payung manajemen.
"Klien kami merasakan manfaat nyata dari integrasi ini. Administrasi menjadi lebih ramping, kontrol kualitas lebih mudah, dan transparansi biaya lebih terjamin dibandingkan mengelola aset sendiri yang seringkali memiliki biaya tersembunyi (hidden cost)," papar manajemen PT. Pesona Adi Batara.
Bagi pelaku bisnis, menyerahkan urusan operasional kepada ahlinya bukan berarti lepas tangan, melainkan strategi untuk bisa lebih fokus dalam mengembangkan inti bisnis, inovasi produk, dan ekspansi pasar di tahun yang penuh tantangan ini.