JAKARTA – Memasuki bulan Januari 2026, intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya terpantau masih tinggi. Kondisi cuaca yang lembap dan tidak menentu ini seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha, terutama terkait dengan stamina dan kesehatan karyawan.
Praktisi kesehatan kerja mengingatkan bahwa peralihan cuaca (pancaroba) hingga puncak musim hujan rentan memicu berbagai penyakit, mulai dari flu, demam, hingga potensi demam berdarah (DBD). Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat berdampak pada peningkatan angka absensi karyawan yang berujung pada penurunan produktivitas tim.
Merespons kondisi tersebut, Batara Healthcare—unit bisnis kesehatan dari PT. Pesona Adi Batara—mengajak perusahaan mitra untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatan stafnya.
"Di musim seperti ini, kuratif (pengobatan) saja tidak cukup. Perusahaan disarankan mengambil langkah preventif. Program seperti pemberian vitamin rutin, vaksinasi flu, hingga Medical Check-Up (MCU) berkala sangat efektif untuk memetakan kondisi imun karyawan," jelas perwakilan tim medis Batara Healthcare.
Batara Healthcare mencatat adanya peningkatan kesadaran dari klien korporat yang mulai menjadwalkan kunjungan kesehatan on-site di awal tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen modern semakin menyadari bahwa aset terbesar perusahaan adalah manusia. Menjaga karyawan tetap sehat di tengah cuaca ekstrem bukan hanya soal kepedulian, tapi juga strategi menjaga keberlangsungan operasional bisnis agar tetap optimal.